Tuntunan Ibadah
Jumat, 11 November 2022
Kamis, 10 November 2022
Bagaimana Agar Anak Menganal Tuhannya(Allah SWT) Sejak dini
Pada dasarnya, mengenalkan Allah kepada anak bisa dimulai dari memberikan keteladanan. Selain itu, orang tua juga bisa melakukan beberapa tahapan perkenalan Allah berikut ini:
1. Mendengarkan kalimat tauhid saat anak lahir ke dunia
Begitu anak dilahirkan ke dunia, biarkan anak menjadikan kalimat tauhid sebagai kalimat pertama yang dia dengar di awal masa hidupnya. Dengan begitu, kalimat “Laa ilaha ilallah” akan membekas dan menjadi penerang dalam hati anak.
Kemudian, saat anak memasuki usia 3 tahun, ibu bisa mengajarkan kalimat tauhid sebanyak 7 kali. Dan di usia 3 tahun 3 bulan, ajarkan kembali kalimat tauhid tersebut sebanyak 7 kali.
2. Mengajak agar anak senantiasa melaksanakan shalat sejak kecil
Shalat adalah sarana komunikasi hamba dengan Allah. Namun, jika anak tidak dikenalkan dengan shalat sejak usia dini, akan semakin sulit bagi anak untuk rutin mengerjakan shalat. Karena itu, orang tua bisa mengajak anak untuk shalat sejak kecil.
Misalnya dengan mendudukkannya di sisi orang tua, atau mengajaknya sholat. Anak yang terbiasa melihat orang tuanya shalat akan tertarik dan ingin ikut shalat. Pada awalnya, tentu saja gerakan shalat anak belum teratur dan fokus. Namun, hal ini bukanlah masalah. Yang terpenting adalah anak terbiasa dengan sholat terlebih dahulu.
3. Mengenalkan sifat – sifat Allah kepada Anak
Orang tua bisa membantu anak mengenal sifat – sifat Allah secara perlahan. Pengajaran ini bisa dilakukan secara bertahap dan sambil melakukan komunikasi ringan. Orang tua bisa memulai dengan konsep konkret yang dipahami anak.
Misalnya dengan mengajak anak berdoa saat sakit, atau menceritakan sifat Allah melalui dongeng dan cerita anak. Dengan cara ini, akan lebih mudah bagi anak memahami sifat – sifat Allah.
4. Mengajak anak mengenal diri sendiri dan lingkungannya
Mengenalkan Allah kepada anak juga bisa dilakukan dengan cara mengajak anak mengeksplorasi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Misalnya dengan mengenalkan kesempurnaan Allah melalui ciptaannya. Seperti mengajaknya melihat bentuk tangan dan kakinya yang sempurna, dan mengaitkannya dengan sifat Allah yang Maha Sempurna.
Selain itu, anak juga bisa dikenalkan dengan sifat Allah melalui tadabbur alam seperti tanaman dan hewan yang disukainya. Anak juga bisa diajak untuk mengeksplorasi kejadian – kejadian sederhana yang ditemukan sehari – hari untuk mengenal sifat Allah lainnya.
5. Mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan
Saat anak merasa senang atau kagum kepada sesuatu, orang tua bisa mengajak anak untuk merasa bersyukur. Misalnya dengan mensyukuri nikmat Allah atas makanan yang tersaji pada hari itu. Selain itu, orang tua juga bisa mengajak anak berkeliling dan mensyukuri nikmat sehat atau nikmat udara yang dapat dirasakan oleh anak.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan Allah kepada anak. Pada dasarnya, seluruh kegiatan dan kejadian yang dialami anak bisa dijadikan sarana untuk mengenalkan Allah dan juga sifat – sifat Allah kepada anak. Dengan begitu, anak akan belajar memahami bahwa segala sesuatu yang ada di sekitarnya tidak lepas dari kuasa Allah.
Jumat, 04 November 2022
Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu
Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu ada 4 :
1. Sesuatu yang keluar dari qubul (jalan depan) dan dubur(jalan belakang) kecuali air mani yang keluar pertama kali.
2. Hilangnya kesadaran sebab gila, mabuk, sakit atau tidur kecuali tidurnya orang yang menetapkan pantatnya di tempat duduk
3. Laki-laki yang bersentuham dengan perempuan lain tanpa penghalang antara kulit keduanya meski salah satunya pikun (sudah tua) atau persentuhannya tanpa kesengajaan dan dengan sebab wudhu dari masing-masing orang tersebut menjadi batal
4. Menyentuh qubul orang atau lubang duburnya dengan menggunakan bagian telapak tangan dengan tanpa penghalang meskipun lupa atau terpaksa, dengan sebab itu wudhunya batal bagi orang yang menyentuh saja kecuali jika persentuhannya antara laki-laki dengan perempuan lain maka wudhu keduanya menjadi batal.
Hewan yang dihukumi najis
Senin, 31 Oktober 2022
About Me
Hidup adalah sebuah pembelajaran, dan sepanjang kita bernafas akan terus belajar.
Saya asli Palembang, sebuah kota di Sumatera Selatan, kemudian di kota Palembang, ibukota provinsi sumatera selatan yang terkenal dengan pempeknya. Dan kini perjalanan saya berlanjut di Kota Yogyakarta. Saya sangat menyukai menulis- menulis artikel baik di blog maupun di beberapa media. Disamping itu saya sangat suka fotografi, serta sangat tertarik dengan bahasa serta kebudayaan. Mengenal budaya lain merupakan kecintaan tersendiri bagi diri saya, kendati tetap lebih mendalami kebudayaan sendiri. Kenapa? Negeri saya sangat kaya dengan budaya yang sangat disayangkan bila tidak dilestarikan oleh anak negerinya sendiri.
Bagi anda semua yang ingin mengenal lebih dekat dengan saya, jangan sungkan-sungkan untuk kontak. Melalui blog ini, mari kita jalin tali silaturahmi demi perdamaian dunia. Kalau bukan kita, siapa lagi?
Adapun blog yang saya buat ini mencakup materi fiqih yang besifat umum, yang biasanya ditemukan di kehidupan sehari-hari. selamat membaca, dan jangan lupa selalu update dari artikel-artikel dari saya
Semoga artikel ini dapat membantu kita dalam memahami kajian ilmu fiqih sehingga bisa menghasilkan kemanfaatan bagi sesama, dan semoga penulis serta pembaca tergolong orang-orang yang dikehendaki oleh Allah SWT dalam kebaikan
Salam Hangat,
Anugrah Amanu Pratama
Senin, 24 Oktober 2022
Thaharah (Bersuci)
Wudhu, mandi,
dan menghilangkan najis itu tidak sah kecuali dengan air thahur (air yang suci
mensucikan). Air thahur (suci) ialah air yang tidak terkena najis, tidak
kemasukan benda suci yang mencair, dan bukan musta’mal yang sedikit (air musta’mal
yaitu air yang telah dipakai menghilangkan hadats dan najis). Air thahur
diringkas menjadi dua bagian. Yaitu, air yang turun dari langit dan air yang
bersumber dari bumi.
Ketika air
kemasukan benda-benda suci yang mencair seperti madu atau suatu yang terpisah
(tidak campur dengan air) seperti minyak za’faron dan selainnya yang membuat
air berubah dengan perubahan yang nampak maka air tersebut suci dalam dzatnya
saja, tetapi tidak bisa menghilangkan hadas dan tidak bisa mensucikan najis
meski airnya sebanyak 1.000 qurbah sama halnya (dengan air yang suci namun
tidak mensucikan) yaitu air musta’mal apabila kurang dari 2 qulah (air 2 qulah
itu sebanyak air yang berada di kubus yang berukuran 60 cm panjang lebar
tingginya) dan tidak berubah dengan sebab najis.
Air musta’mal
itu air yang telah digunakan untuk menghilangkan hadats atau menghilangkan najis,
kettika air musta’mal kemasukan najis sehinga rasa, warna atau baunya berubah
meski perubahannya sedikit maka air tersebut menjadi najis meskipun airnya sebanyak
lautan.
Jika sifat air
tidak berubah sebab terkena najis maka air tidak menjadi najis kecuali apabila
air kurang dari 2 qullah, jika perubahan air tidak menjadi najis kecuali
apabila air kurang dari 2 qullah, jika perubahan air hilang dengan sendirinya
atau dengan ditambahkan air maka air kembali suci mensucikan begitu juga ketika
hilangnya perubahan dengan mengurangi air yang masih menyisakan 2 qulah.
Menghilangkan Najis
I. Definisi Najis
Najis ditinjau dari arti bahasa berarti perkara yang menjijikan. Sedangkan menurut arti syara’ adalah benda yang dianggap menjijikan yang mencegah keabsahan sholat seandainya terbawa didalamnya.
II. Pembagian Najis
1. Najis
Hukmiyah
Najis hukmiyah adalah najis yang tidak
berbentuk (jirim), tidak ada rasa, warna dan bau.
2. Najis Ainiyyah
Najis ainiyyah adalah najis yang terdapat
salah satu dari bentuk(jirim), yaitu; rasa, warna atau bau.
Najis ainiyyah
ini terbagi menjadi tiga macam:
1) Najis
Mukhoffafah
Yakni berupa air kencingnya anak laki-laki
yang belum mencapai usia dua tahun, dan belum makan atau minum selain air susu
ibunya (ASI) dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan.
Adapun cara mensucikan najis jenis ini bila
tidak bercampur najis lain adalah dengan menghilangkan jirim dari air kencing
si anak, kemudian memercikkan air di perumkaan benda yang terkena najis sampai
merata meskipun tidak sampai mengalir. Dalam menghilangkan najis jenis ini juga
harus menghilangkan sifat-sifat najis (bau, warna, dan rasa) baik dihilangkan
sebelum memercikkan air atau dihilangkan dengan memercikkan air.
2) Najis
Mutawasithoh
Yakni selain najis mukhofafah dan
mugjoladloh, seperti darah, kotoran manusia, ayam, sapi, cicak dan lain-lainnya.
Adapun cara mensucikan anjis di atas
adalah didahului dengan menghilangkan jirim dan sifat-sifatnya (rasa, warna,
dan bau), kemudian dibasuh dengan air. Apabila masih tersisa warna atau bau aja
(tidak warna dan bau secara bersamaan) dan sulit dihilangkan, maka benda atau
tempat yang terkena najis dihukumi suci. Sedangkan batasan sulit dihilangkan
adalah warna atau bau tidak bisa hilang setelah digosok berulang-ulang kali
yang disertai dengan basuhan.
3) Najis
Mugholadloh
Yakni berupa najis anjing dan babi, atau
keturunan dari keduannya walaupun lahir dari hasil kawin silang dengan lawan
jenis hewan lain.
Sedangkan
cara mensucikannya dengan dibasuh atau disiram sebanyak tujuh kali, salah satu
dari ketujuhnya dicampur dengan debu yang suci dan mensucikan serta bisa
mengkeruhkan warna air. Dan basuhan atau siramannya harus merata pada seluruh
bagian benda yang terkena najis, baik bagian luar atau dalamnya.
Basuhan atau
siraman mulai dihitung satu setelah menghilangkan jirim najisnya walaupun
membutuhkan basuhan berulang-ulang. Dan untuk basuhan atau siraman yang
dicampur debu tidak harus diletakkan pada hitungan tertentu, namun lebih utama
diletakkan pada basuhan pertama.
Sedangkan cara
mencampur air muthlaq dengan debu ada tiga cara. Salah satu dari ketiga cara
dapat diterapkan ketika bagian yang terkena najis dalam keadaan kering dan
tidak terdapat jirim.
Dan apabila
bagian yangterkena najis dalam keadaan basah naumn tidak terdapat jirim maka cara
yang bisa dipakai hanya yang pertama dan kedua. Sedangkan apabila bagian yang terkena
najis terdapat jirim maka ketiga cara tidak dapat diapakai.
-
I. Definisi Najis Najis ditinjau dari arti bahasa berarti perkara yang menjijikan. Sedangkan menurut arti syara’ adalah benda yang diangg...
-
Wudhu, mandi, dan menghilangkan najis itu tidak sah kecuali dengan air thahur (air yang suci mensucikan). Air thahur (suci) ialah air ya...
-
Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu ada 4 : 1. Sesuatu yang keluar dari qubul (jalan depan) dan dubur(jalan belakang) kecuali air mani yan...

.jpg)
